4 Masalah yang Sering Ditemukan Pada Kompresor Dan Cara Mengatasinya
Kompresor merupakan salah satu peralatan penting dalam berbagai aktivitas industri. Mesin ini berfungsi untuk menaikkan tekanan udara atau fluida gas agar dapat digunakan untuk mendukung proses produksi, pengoperasian mesin, sistem pneumatik, hingga kebutuhan utilitas lainnya.
Agar kompresor dapat bekerja secara stabil dalam jangka panjang, perawatan rutin perlu dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan kondisi komponen, kebersihan area mesin, kualitas udara masuk, serta kondisi kelistrikan dapat membantu mencegah gangguan yang berpotensi menyebabkan downtime operasional.
Kompresor yang berguna sebagai mesin untuk menaikkan tekanan udara atau fluida gas, perlu juga untuk memperhatikan perawatannya. Hal ini berguna agar kompresor dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu, dengan melakukan perawatan yang tepat juga berguna untuk memperpanjang usia masing-masing komponen agar dapat bekerja secara optimal.
Namun, ada beberapa masalah yang sering ditemukan saat Anda menggunakan mesin kompresor, berikut ini beberapa masalah yang sering ditemukan pada mesin kompresor serta cara mengatasinya:
1. Motor Penggerak Piston Tidak Berputar
Jika motor penggerak piston tidak mau bergerak, maka kemungkinan kerusakan dikarenakan motor tidak mendapat sumber tegangan listrik, saklar rusak, kapasitor rusak, atau bisa juga disebabkan oleh kumparan terbakar.
Masalah ini perlu ditangani dengan pemeriksaan bertahap agar penyebab kerusakan dapat diketahui dengan tepat. Pastikan terlebih dahulu sumber listrik menuju kompresor dalam kondisi normal. Periksa panel listrik, saklar, kabel, serta pengaman seperti MCB atau fuse yang digunakan.
Apabila sumber listrik tersedia tetapi motor tetap tidak berputar, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada komponen kelistrikan seperti kapasitor, kontaktor, overload, dan kumparan motor. Kumparan yang terbakar atau motor yang mengalami kerusakan internal umumnya membutuhkan penanganan teknisi profesional.
Untuk mencegah masalah serupa, pastikan kapasitas daya listrik sesuai dengan kebutuhan kompresor. Hindari penggunaan kabel yang tidak sesuai ukuran, sambungan listrik yang longgar, atau pengoperasian kompresor pada tegangan listrik yang tidak stabil.
2. Kompresor Tidak Mau Menyala dan Mati Secara Otomatis
Jika tekanan tabung berkurang, kompresor tidak mau menyala dengan otomatis maka hal tersebut bisa disebabkan dengan kerusakan pada pressure switch atau kabel yang tertuju pada pressure switch terputus. Jika hanya mengalami kabel putus, Anda cukup melakukan perbaikan pada kabelnya. Namun, jika kerusakan terjadi pada pressure switch, maka perlu diganti.
Pressure switch memiliki fungsi penting untuk membaca tekanan udara di dalam tabung dan mengatur kapan kompresor perlu menyala maupun berhenti. Ketika komponen ini tidak bekerja dengan baik, kompresor dapat gagal menyala saat tekanan turun atau justru bekerja terus-menerus tanpa berhenti.
Selain memeriksa kabel dan pressure switch, pastikan juga tekanan cut-in dan cut-out telah diatur sesuai kebutuhan sistem. Pengaturan tekanan yang tidak tepat dapat membuat kompresor bekerja terlalu berat atau terlalu sering melakukan siklus hidup dan mati.
Pemeriksaan pressure switch sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada kompresor yang digunakan untuk operasional harian. Komponen yang aus atau sudah tidak akurat perlu segera diganti agar tidak mengganggu kestabilan tekanan udara pada sistem.
3. Korosi atau Karat
Dengan adanya udara yang masuk ke kompresor dan tercampur dengan senyawa asam dan basa lain, akan berubah menjadi korosif. Biasanya hal tersebut terjadi pada mesin yang sedang tidak beroperasi, udara yang ada dalam tabung akan mengalami pendinginan dan menempel di komponen mesin. Untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa memasangkan sistem katup cegah air pada bagian luar kompresor. Cara tersebut berguna untuk mengurangi air yang masuk pada udara tekan.
Korosi merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi tangki, pipa, sambungan, serta komponen internal kompresor. Kelembapan yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan air mengendap di dalam tangki udara dan mempercepat proses pembentukan karat.
Selain menggunakan sistem katup cegah air, pengurasan air pada air receiver tank perlu dilakukan secara berkala. Air kondensat yang terlalu lama dibiarkan berada di dalam tangki dapat menyebabkan korosi dari bagian dalam dan berisiko menurunkan usia pakai tangki.
Penggunaan air dryer, filter udara, dan sistem drain otomatis juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi kandungan air pada udara bertekanan. Langkah ini sangat penting terutama untuk industri yang membutuhkan udara tekan bersih dan kering, seperti industri makanan, farmasi, elektronik, otomotif, maupun manufaktur presisi.
4. Terjadinya Pemanasan Berlebih Pada Udara Hisap
Kompresor udara mempunyai sebuah rumus, yaitu apabila udara hisap memiliki temperatur yang lebih tinggi, maka dapat berdampak juga terhadap temperatur udara tekan. Hal tersebut tentunya dapat berdampak pada kompresor, karena akan menghambat proses terjadinya pemampatan angin atau udara.
Selain itu, kompresor juga akan mengalami kerusakan pada tiap katupnya, proses kompresi yang berhenti total, piston yang macet, bahkan bisa membuat timbulnya karbit pada setiap katupnya. Untuk mengatasi kerusakan tersebut Anda bisa menggunakan beberapa alat pendingin pada bagian mesin kompresor udara, khususnya pada tangki yang menampung udara.
Suhu udara hisap yang terlalu tinggi dapat membuat kompresor bekerja lebih berat. Kondisi ini dapat terjadi karena area instalasi memiliki ventilasi yang buruk, ruangan terlalu panas, filter udara tersumbat, atau radiator dan cooler tidak bekerja secara optimal.
Pastikan kompresor ditempatkan pada area yang memiliki sirkulasi udara cukup. Bersihkan filter udara secara rutin agar aliran udara masuk tetap lancar. Selain itu, lakukan pemeriksaan terhadap sistem pendingin, oli pelumas, kipas, radiator, dan saluran udara agar temperatur kerja kompresor tetap berada pada kondisi yang aman.
Jika kompresor terus mengalami overheating, hentikan pengoperasian mesin dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Memaksakan kompresor tetap bekerja dalam kondisi panas berlebih dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen utama dan menyebabkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Pentingnya Perawatan Kompresor Secara Rutin
Masalah pada kompresor sering kali dapat dicegah melalui perawatan rutin dan pemeriksaan berkala. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain kondisi oli, filter udara, tekanan kerja, temperatur mesin, sistem kelistrikan, kebersihan cooler, serta pembuangan air kondensat.
Perawatan yang dilakukan secara tepat tidak hanya membantu menjaga performa kompresor, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi risiko gangguan produksi, dan memperpanjang usia pakai komponen. Pemeriksaan secara berkala juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius dan menghambat operasional perusahaan.
Berikut 4 masalah yang sering dialami oleh kompresor serta cara menanganinya. Apabila kompresor Anda mengalami kendala, percayakan kebutuhan servis kepada PT Kobelindo Compressors.
PT Kobelindo Compressors merupakan distributor tunggal Kobelco Screw Air Compressor di Indonesia yang menyediakan unit kompresor, layanan servis, serta suku cadang. Didirikan pada tahun 2001 sebagai perusahaan patungan antara Kobelco Machinery Asia dan PT Cakrawala Ardera Kencana (CAK), PT Kobelindo Compressors telah membangun reputasi kuat dalam kepemimpinan teknis, desain dan pemasangan sistem, serta kualitas layanan yang konsisten.
Sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan layanan purna jual yang optimal dengan standar kualitas terbaik, PT Kobelindo Compressors menyediakan berbagai solusi untuk menjaga sistem udara bertekanan tetap andal, efisien, dan siap mendukung kebutuhan produksi Anda.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Program Kontrak Servis
- Program Pemeliharaan Preventif
- Pemeriksaan Kompresor
- Pemecahan Masalah dan Perbaikan
- Analisis Kit Hemat Energi
Dengan dukungan teknisi berpengalaman, layanan after sales yang responsif, serta penyediaan parts yang sesuai kebutuhan, PT Kobelindo Compressors membantu memastikan performa kompresor Anda tetap terjaga, efisien, dan andal dalam jangka panjang.
Pemeriksaan dan servis yang dilakukan secara tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan mendadak, menekan potensi downtime, serta menjaga konsumsi energi tetap lebih optimal. Hubungi PT Kobelindo Compressors untuk mendapatkan solusi servis kompresor yang profesional dan terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut, klik Contact di bio kami.

